Digital clock

Selasa, 19 Maret 2013

BLack Heaven !!!!

apa yg q cari??
ap yg q susah kan?
q bner2 g ngerti,,
rumit,,
terpuruk,,
berkawan dgn kesepian,,
 

cinta=fuck

life=suck

dimana surga hitam itu?
dmana black parade itu?
surganya para demon,,
d mana q bsa brcanda lepas,,
mnikmati panas x neraka,,
darah bercucuran,,malaikat neraka memukul membabi buta,,begitu indah pemandangan itu,,

tp dmana?

d mana q cari nya,,
q muak dsini bawa aq bersama kalian,,
q bosan dgn smua kemunafikan
dan hidup di dunia yang maksiat ini
akan ada banyak darah,,

jika itu yg akan terjadi biarlah itu terjadi sekarang!!!


Tulisan tangan di Dinding

Cerita ini di mulai saat Ibuku pulang terengah-engah dari toko
Membopong belajaan melewati pintu dapur
Anak lelaki berumur delapan tahun telah menunggu nya
Siap mengadukan polah adiknya...

"Waktu aku main diluar ayah sedang menelepon,
Aku mengambil krayon dan menulis di dinding kamar
dinding kamar ibu ku yang baru di cat
Aku tahu ibu bakal marah padaku...

Ibu ku mengaduh marah sambil mengenyitkan kening
Mana dia ? Mana dia ?
Belanjaan di lepas, tangan berkacak pinggang
Menghambur ke lemari persembunyian

Ibuku yg lelah dan marah memanggil nama ku
Aku gemetar, kiamat terbayang..
Sepuluh menit ibu didera perasaan sesal dan jengkel
Tentang kelakuan nakalku dan dinding yg baru di cat

Kapan lagi bisa diganti,
Akibat anak nakal dan tidak peduli
Makin lama menegur, makin gusar ibu ku
Lalu dengan sebal membalikan badan

Ditengoknya kamar untuk menegaskan kegundahan
Tapi yang terjadi ibuku terkejut, tertegun dan menangis
Air mata nya meleleh membasahi pipinya
Hati nya tersentuh akan tulisan di dinding
Sebab di dinding tergambar sebuah hati, serta tulisan "Aku Sayang Ibu" tepat di tengahnya...

Dan kini setelah tahun berganti tahun
Rumah ku pun telah dipugar dan telah berganti cat nya
Namun tulisan di dinding itu tetap ada dan masih sama
Sebagai pertanda bagi kami semua
tentang ungkapan sayang dari seorang anak kecil
Anak kecil yang belum tahu cara mengungkapkan perasan kasih sayang nya....

NB: Tulisan ini saya kutip dari FB teman saya yang sudah sekitar 2 tahun 
Pergi untuk selamanya !!! dia teman baik saya di dunia Maya.... !!!
Untuk mengenang dia, saya mempostkan ulang cerita nyata ini.

Sabtu, 09 Maret 2013

If I Die Tomorrow


Copy - Cut - Paste !!!

Satu dimensi adalah keyakinan.
Bila yakin akan cinta, cinta mampu menerbitkan keajaiban. cinta yang tak bertepi. Walaupun akhirnya tidak seperti yang diharapkan,
keajaiban dapat terjadi.

Dimensi lainnya adalah pengorbanan.
Bilamana seseorang berani mengenal cinta, dia harus berani berkorban pula.
Di mana akhirnya menemukan bahwa bersama manisnya cinta, hadir pula kegetiran.

Dimensi lainnya lagi adalah cinta dalam bentuk pengabdian
kemudian mengorbankan seluruh hidupnya untuk melunasi kesalahan-kesalahan yang dilakukan.

Dimensi terpenting adalah bahwa cinta membawa perubahan.
Seseorang yang membiarkan cinta mengisi hatinya harus siap menghadapi perubahan.

Yang baik bisa berubah buruk. Yang buruk bisa berubah baik.
Cinta mengubah siapa saja untuk berani melepas masa lalunya.
Cinta mengubah siapa saja bertanggung jawab kepada masa depannya.
Cinta mendesak siapa saja merenungkan kembali makna pengabdiannya.
cinta jugalah yang menggulirkan keajaiban demi keajaiban.



A Paradox Of Your Time



Paradoks Sejarah waktu kita yaitu di mana kita punya Gedung - gedung yang lebih tinggi tapi punya watak yang Pendek, punya lebih lebar jalan tapi berpandangan sempit.
Kita menghabiskan banyak waktu, tapi hanya mendapatkan sedikit, kita membeli lebih banyak tapi menikmati lebih sedikit. Kita memiliki rumah yang lebih besar tapi dengan keluarga yang "KECIL", lebih banyak kesempatan tapi lebih sedikit waktu, Kita punya lebih banyak Paramater tapi sedikit pertimbangan. Lebih banyak Ahli tapi lebih banyak masalah. Lebih banyak obat tapi sedikit kesehatan.

Kita minum berlebihan, orang yang merokok berlebihan, menghabiskan banyak kesembronoan, terlalu sedikit tertawa, mengemudi terlalu cepat, lebih cepat marah, bangun lebih telat, sangat sedikit membaca, terlalu banyak menonton "TV" dan "BERDOA" lebih sedikit.

Kita punya barang milik pribadi tapi kita kehilangan nilai-nilai. KIta berbicara dan sering bercanda terlalu banyak, Sedikit Cinta, dan terlalu sering membenci. Kita Telah belajar bagaimana caranya "HIDUP", tapi tidak Hidup. Kita teLah Melewati Umur untuk Hidup, Bukannya Hidup melewati umur. Kita semua telah berada Pada Jalan Ke Bulan dan Kembali, tapi Punya mAsalah Untuk menyebrang jalan menemui sesuatu yang baru.

Kita mengeksplorsi ruang angkasa, tapi melupakan bumi, dan hanya bias merusak bumi. KitA telah melakukan sesuatu yang Besar tapi tidak untuk yang lebih baik. Kita telah membersihkan Udara tapi Tetap saJa mEMbuat PoLusi PAda JIwa. KIta telah memisahkan Atom tapi tidk memisahkan Prasangka. Kita Menulis lebih banyak, tapi belajar lebih sedikit.

Kita Banyak Merencanakan, tapi sedikit menyelesaikan. Kita telah belajar dari kesibukan, Tapi tidaK belajar untuk menunggu. Kita memBuat banyak "KOMPUTER" untuk menghimpun dan Memperbanyak Informasi tapi KITA kehilangan komunikasi. Terlalu banyak makanan "FAST FOOD" tapi pencernaan Tetap saja Lambat. Lebih banyak Orang "BESAR" tapi berkarakter "KECIL", banyak keuntungan tapi dangkal hubungan.

Lebih sering terdengar "PERDAMAIAN DUNIA" tapi semakin banyak Juga "Perang Domestik", banyak waktu terbuang tapi sedikit "KEBAHAGIAAN". Lebih banyak macam "MAKANAN" tapi sedikit nutrisi untuk Tubuh. Lebih Banyak Keluarga dengan 2 Pendapatan tapi lebih banyak Perceraian. Lebih banyak "RUMAH" tapi banyak Orang yang "BROKEN HOME". Lebih banyak cara Cepat tapi banyak juga popok di buang, dibuangnya Moralitas, kelebihan berat badan, dan PiL-PiL yang menenangkan tapi juga bisa membunuh.

Inilah WAKTU di mana banyak orang terlihat di jendela, tapi tidak ada dalam stok. Waktu dimana Teknologi dapat membawa TULISAN ini kepada Kita dan Waktu di ManA kIta dapat Memilih untuk meNyEBARkan Tulisan ini atau Membuang bahkan Menghapusnya.
Ini Membuktikan Kita terlalu Sulit beersikap Adil, dan Berfikir Keras untuk Memecahkan masalah, tapi melupakan Masaalah yang Lain.


My Dream !!!



“Selamat pagi, ya Tuhanku,” aku berseru kepada Tuhan seraya mengetuk pintu dalam doa.
“Silakan masuk,” sambut Tuhan.
“Jadi kamu ingin mewawancari Aku?” lanjutNya.
“Kalau Tuhan ada waktu,” sahutku.
Sambil tersenyum Tuhan berkata:
“Abadilah waktu bagiKu. Maka Aku ada cukup waktu untuk melakukan apa saja. Pertanyaan-pertanyaan apa yang hendak kauajukan kepadaKu?”
Lalu aku mulai bertanya:
“Apa yang paling mengejutkan Tuhan mengenai bangsa manusia?”
Tuhan menjawab:
“Yang paling mengherankan Aku mengenai bangsa manusia adalah mereka mudah bosan sebagai anak-anak dan mau cepat-cepat menjadi orang dewasa dan kemudian rindu menjadi anak-anak lagi. Mereka merusak kesehatannya dengan mengejar uang dan menghabiskan uang itu untuk pengobatan. Mereka terlalu cemas tentang masa depannya dan melalaikan masa kini sehingga mereka tidak dapat menikmati dengan baik masa sekarang maupun masa depannya. Mereka menjalankan hidup seolah-olah tidak akan mati, tetapi mati seakan-akan tidak pernah hidup.”

Setelah itu tangan Tuhan memegang tanganku, lalu kami berdiam sejenak.
Kemudian aku bertanya kepada Tuhan:
“Pelajaran apa saja yang pantas kami pelajari? Dan selaku Bapa, Tuhan menghendaki apa yang harus dipelajari anak-anakMu?”

Tuhan menjawab:
“Mereka perlu belajar supaya apa yang paling utama dalam hidup, bukanlah apa yang mereka miliki, melainkan siapa yang mereka punya dalam hidupnya. Mereka harus belajar bahwa tidak baik untuk membanding-bandingkan diri dengan orang lain sebab semua orang akan diadili menurut nilai pribadinya, bukan sebagai kelompok perbandingannya. Mereka harus belajar bahwa orang kaya bukanlah orang yang memiliki banyak harta, melainkan orang yang punya secukupnya untuk kebutuhannya.”

“Mereka harus belajar bahwa waktu berapa menit saja perlu untuk menyakiti dan melukai hati orang yang mereka cintai padahal mungkin perlu bertahun-tahun untuk menyembuhkannya.”

“Mereka perlu belajar untuk memaafkan dan mengampuni bahwa sesungguhnya ada banyak orang yang amat mencintai mereka, namun saja tidak tahu bagaimana caranya untuk menyatakan itu dan mengekspresikan perasaannya.”

“Mereka perlu belajar bahwa meskipun uang dianggap bisa membeli segalanya, namun tidak dapat membeli kebahagiaan.”

“Mereka harus belajar bahwa teman yang baik adalah orang yang mengetahui semua termasuk kekurangan-kekurangan mereka, tetapi tetap menyukainya.”

“Akhirnya, mereka harus belajar bahwa tidak cukup mereka menerima pengampunan dari orang lain, melainkan mereka harus mengampuni diri sendiri.”

Setelah itu Tuhan berhenti berbicara, aku pun duduk diam sebentar di situ sambil menikmati saatnya. Lalu aku menyampaikan terima kasih kepada Tuhan atas pertemuan yang indah itu dan juga atas segala berkat yang telah kuperoleh dari Tuhan.

Kemudian Tuhan berkata:
“AnakKu, kamu boleh datang untuk wawancara denga Aku kapan saja karena Aku tetap siap 24 jam. Tanya apa saja dan Aku akan menjawab. Hanya harus kauingat ini:
 Orang-orang akan melupakan apa yang kamu katakan atau apa yang kamu perbuat, tetapi mereka tidak akan melupakan apa yang kamu lakukan kepadanya untuk membahagiakan mereka.”

Setelah itu, aku pulang dengan bahagia.